Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Duta Baca dalam Menguatkan Kesadaran Kesetaraan Gender Melalui Tata Kelola Literasi di Kabupaten Bandung Erisya Siti Khodijah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/122zt515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Duta Baca Kabupaten Bandung dalam menguatkan kesadaran dan praktik kesetaraan gender melalui aktivitas tata kelola literasi di tingkat lokal. Kajian ini penting dilakukan karena Kabupaten Bandung telah memiliki Perda No.24 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan daerah di Kabupaten Bandung, sehingga sangat penting untuk melihat nilai dan implementasi kebijakan kesetaraan gender dapat diperkuat melalui keterlibatan aktor lokal non-negara. Dalam konteks tersebut, Duta Baca memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan kesadaran kesetaraan gender dalam setiap jengkal kehidupan melalui aktivitas literasi, khususnya di lingkungan perpustakaan daerah dan masyarakat pemustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap Duta Baca Kabupaten Bandung Periode 2025 dan seorang pegiat literasi Duta Baca, didukung dengan studi dokumen Undang-undang, artikel, dan data yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemilihan Duta Baca yang mengharuskan satu pasang duta laki-laki dan perempuan di setiap angkatan, peran Duta Baca sebagai teladan (role model) bagi kedua gender, serta kolaborasinya dengan program dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Arsip turut memperkuat kesadaran kesetaraan gender di kalangan stakeholder, meliputi pemerintah daerah, komunitas literasi, dan masyarakat. Dalam implementasinya ditemukan kesenjangan pada tahap seleksi finalis 2026 yang didominasi peserta perempuan, menunjukkan bahwa kesetaraan gender selama ini lebih ditegakkan pada tahap keluaran (output) ketimbang keseluruhan proses seleksi, dan seluruh capaian masih bergantung pada komitmen tidak tertulis, bukan regulasi formal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik bagi kajian ilmu sosial dan hubungan internasional mengenai peran aktor lokal non-negara (non-state local actor) dalam pengarusutamaan isu gender di level daerah, sekaligus menjadi bahan evaluatif bagi pentingnya keberlanjutan program Duta Baca ke depan.   Kata Kunci: Duta Baca; Kesetaraan Gender; Tata Kelola Literasi; Aktor Lokal Non-Negara; Kabupaten Bandung