Siti Aisyah Amini
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kehamilan Risiko Tinggi Faktor 4T (Terlalu Muda, Tua, Dekat, Sering) Di Puskesmas Bantul 1 Siti Aisyah Amini; Fitnaningsih Endang Cahyawati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.961

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi merupakan kondisi yang meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kehamilan berisiko tinggi adalah faktor 4T, yaitu terlalu muda (<20 tahun), terlalu tua (>35 tahun), terlalu dekat jarak kehamilan (<24 bulan), dan terlalu sering melahirkan (≥4 kali). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kehamilan berisiko tinggi berdasarkan faktor 4T pada ibu hamil di Puskesmas Bantul 1. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Bantul 1. Sampel berjumlah 104 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan selama satu hari dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis periode Januari 2025 hingga Maret 2026 menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7 responden (6,7%) termasuk kategori terlalu muda, 57 responden (54,8%) terlalu tua, 37 responden (35,6%) memiliki jarak kehamilan terlalu dekat, dan 11 responden (10,6%) termasuk kategori terlalu sering melahirkan. Faktor yang paling dominan adalah usia ibu terlalu tua (>35 tahun). Dapat disimpulkan bahwa faktor usia terlalu tua merupakan faktor 4T yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil di Puskesmas Bantul 1. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan deteksi dini, edukasi, dan pemantauan kehamilan secara optimal, terutama pada ibu dengan usia lebih dari 35 tahun, untuk mencegah terjadinya komplikasi maternal dan neonatalÂ