Herni Fitriani
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nurul Huda, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Digitalisasi Pantun Adat (Pisa’an) Melalui Media Audio Visual Sebagai Warisan Budaya Takbenda di Kabupaten Oku Timur Herni Fitriani; Indah Sulmayanti; Muhammad Albar
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i2.26503

Abstract

Pisa’an merupakan jenis sastra lisan atau puisi berlagu berbentuk pantun dalam budaya suku Komering di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur provinsi Sumatera Selatan. Bentuk pantun adat lisan masyarakat Suku Komering di Kabupaten OKU Timur yang sarat akan nilai filosofis, norma sosial, dan identitas kultural. Tradisi ini biasanya dilantunkan oleh penutur adat menggunakan bahasa Komering dengan nada tinggi dan cengkok yang khas, serta diiringi alat musik tradisional Canang. l Namun keberadaannya kian terancam kepunahan akibat minimnya regenerasi penutur dan belum tersedianya dokumentasi digital yang sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan digitalisasi Pisa’an melalui media audio-visual sebagai upaya pelestarian Warisan Budaya Takbenda.. Mitra pengabdian ini adalah Lembaga Adat kabupaten OKU Timur yang bertempat di .kecamatan Martapura. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama: (1) tahap persiapan dan pemetaan karya Pisa’an, (2) tahap pelatihan dan produksi media audio-visual, serta (3) tahap publikasi digital dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis pemuda karang taruna dalam teknik perekaman audio, pengambilan gambar, serta penyuntingan video sebesar 80%. Kegiatan ini berhasil memproduksi 10 dokumen audio-visual Pisa’an berdurasi 3–5 menit yang dilengkapi dengan teks terjemahan bahasa Indonesia dan diunggah ke kanal YouTube LPPM Universitas Nurul Huda. Pendampingan ini tidak hanya merevitalisasi aset budaya lokal dari kepunahan, tetapi juga membangun ekosistem digitalisasi budaya bagi generasi muda di Kabupaten OKU Timur.