Annissa Dwi Puspitaningtyas
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komodifikasi dan Hibriditas Fashion Olahraga Muslimah: Analisis Tren Leging-Rok Mini di Instagram Annissa Dwi Puspitaningtyas; Vinisa Nurul Aisyah
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 6, No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v6i1.53242

Abstract

Meningkatnya visibilitas leging yang dipadukan dengan rok mini olahraga di Instagram memperlihatkan negosiasi antara keleluasaan gerak tubuh, kesopanan Muslimah, presentasi diri digital, dan kepentingan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hibriditas dan komodifikasi fashion olahraga Muslimah melalui akun Instagram @Nuchan.nurul dan @diansarwidyaningtyas. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan metode netnografi yang memadukan observasi daring, telaah unggahan dan interaksi audiens, serta wawancara mendalam. Data diinterprestasikan menggunakan teori globalisasi agama Peter Beyer dengan dukungan konsep glokalisasi dan modal kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi leging-rok mini menjadi kompromi material: leging mendukung gerakan olahraga, sedangkan rok menyediakan penanda visual kesopanan. Namun, busana tersebut mempunyai makna berbeda bagi setiap pengguna. Pada @diansarwidyaningtyas, leging-rok terutama berkaitan dengan kenyamanan, kesehatan, selera personal, dan proses perundingan standar keagamaan. Pada @Nuchan.nurul, estetika yang sama terhubung dengan presentasi diri, validasi audiens, pengulangan konten, dan promosi produk. Instagram kemudian mengubah pilihan busana personal menjadi estetika yang beredar secara publik dan memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini memperluas penerapan teori Beyer dengan menunjukkan bahwa adaptasi agama dalam masyarakat global tidak hanya berlangsung melalui institusi dan wacana, tetapi juga melalui pakaian, tubuh yang bergerak, praktik konsumsi, dan mekanisme platform digital.