Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala positif yang paling sering dialami pasien skizofrenia dan dapat mengganggu interaksi sosial, konsentrasi, serta aktivitas sehari-hari. Halusinasi yang tidak terkontrol juga berisiko menimbulkan perilaku membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan intervensi menghadrik dalam upaya mengurangi halusinasi pendengaran secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptis dengan pendekatan desain studi kasus asuhan keperawatan pada satu pasien di RSJ Grhasia Yogyakarta. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Asuhan keperawatan dilakukan selama lima hari meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi diberikan berupa strategi pelaksanaan (SP) 1 dengan teknik menghardik halusinasi sebanyak lima kali pertemuan, satu kali sehari dilakukan selama ±15 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien awalnya sering mendengar suara-suara sehingga menimbulkan rasa takut, cemas, dan menarik diri dari lingkungan. Setelah diberikan terapi menghardik selama lima hari, pasien mulai mampu mengikuti instruksi perawat, mempraktikkan teknik menghardik secara mandiri, serta mengalami penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi. Selain itu, pasien tampak lebih tenang dan kualitas tidur mulai membaik. Penerapan teknik menghardik terbukti membantu pasien mengenali dan mengontrol halusinasi pendengaran sehingga dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif.