Wahyu Shelia Restu Asih
Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Terapi Okupasi Menggambar terhadap Penurunan Gejala Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus Wahyu Shelia Restu Asih; Arni Nur Rahmawati; Ririn Isma Sundari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2461

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah salah satu tanda yang sering dijumpai pada individu dengan gangguan mental dan dapat berpengaruh pada kemampuan dalam berkomunikasi, fokus, serta aktivitas sehari-hari. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi halusinasi adalah terapi okupasi melalui menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan terapi okupasi menggambar dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori. Intervensi dilaksanakan selama periode tiga hari dengan menggabungkan metode pengelolaan halusinasi dan terapi okupasi yang berfokus pada menggambar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pengukuran menggunakan Auditory Vocal Hallucination Rating Scale, kemudian ditelaah secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian terapi okupasi menggambar berdasarkan hasil pengkajian, implementasi, evaluasi, dan skor Auditory Vocal Hallucination Rating Scale yang menunjukkan adanya penurunan dari 32 menjadi 19, terjadi pengurangan tanda serta gejala halusinasi seperti berkurangnya frekuensi mendengar suara tanpa sumber yang nyata, menurunnya perilaku berbicara dan tertawa sendiri, serta meningkatnya kemampuan konsentrasi dan kemampuan pasien untuk mengalihkan perhatian melalui aktivitas menggambar. Pada seorang pasien yang didiagnosis dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Soerojo Magelang.