Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh dan bertukar informasi. Namun, penggunaan media sosial yang intensif dapat memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kekhawatiran individu akan tertinggal dari aktivitas atau pengalaman yang dilakukan oleh orang lain. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya saat menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kontrol diri dan kuesioner Fear of Missing Out (FoMO) yang Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 28 item skala kontrol diri, sebanyak 27 item dinyatakan valid (r ≥ 0,3) dan 1 item digugurkan. Sementara itu, dari 18 item skala Fear of Missing Out (FoMO), sebanyak 17 item dinyatakan valid dan 1 item digugurkan. Dengan demikian, terdapat 27 item kontrol diri dan 17 item FoMO yang digunakan dalam penelitian dan Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala kontrol diri memiliki Cronbach’s Alpha sebesar 0,953 dan meningkat menjadi 0,978 setelah 1 aitem gugur dibuang. Sementara itu, skala FoMO memiliki nilai Alpha 0,943 dan meningkat menjadi 0,960 setelah aitem tidak valid dibuang. Karena seluruh nilai α ≥ 0,900, kedua skala dinyatakan sangat reliabel.Analisis data dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kontrol diri dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 57 responden (69,5%), sedangkan 24 responden (29,3%) memiliki kontrol diri kategori tinggi dan 1 responden (1,2%) kategori rendah. Tingkat FoMO sebagian besar berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 66 responden (80,5%), sedangkan 16 responden (19,5%) berada pada kategori rendah. Tidak ditemukan responden dengan tingkat FoMO kategori tinggi. Hasil analisis menggunakan Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,374 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa memiliki kontrol diri dan tingkat FoMO dalam kategori sedang.