Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Anak dengan paraparesis inferior mengalami kelemahan pada kedua ekstremitas bawah yang dapat membatasi mobilitas dan kesempatan untuk melakukan aktivitas bermain secara bebas. Oleh karena itu, diperlukan aktivitas bermain yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik dan tahap perkembangan anak selama menjalani hospitalisasi. Salah satu aktivitas yang dapat diterapkan adalah terapi mewarnai. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang anak usia sekolah dengan paraparesis inferior yang menjalani perawatan di rumah sakit. Terapi mewarnai diberikan sebagai aktivitas bermain yang disesuaikan dengan usia, kemampuan, kondisi fisik, dan toleransi anak. Pelaksanaan terapi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mewarnai gambar dengan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap pasien anak dengan paraparesis inferior selama menjalani hospitalisasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa anak mampu mengikuti aktivitas mewarnai sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisiknya serta menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan selama kegiatan. Terapi mewarnai dapat menjadi salah satu alternatif aktivitas bermain yang dapat diterapkan pada anak dengan parapaesis inferior selama hospitalisasi untuk mendukung keterlibatan anak dalam aktivitas bermain yang sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangannya.