Pengelolaan pemeliharaan jalan desa memerlukan sistem pendukung keputusan yang mampu mengintegrasikan kondisi fisik jalan, aspek pelayanan, dan informasi spasial secara objektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prioritas pemeliharaan jalan desa dengan mengintegrasikan Surface Distress Index (SDI), Multi-Criteria Decision Making (MCDM) melalui Analytical Hierarchy Process (AHP), dan Geographic Information System (GIS) dalam suatu Spatial Decision Support System (SDSS). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pada sepuluh ruas jalan di Desa Mertapadawetan, Kabupaten Cirebon. Framework penelitian terdiri atas empat tahapan, yaitu akuisisi data, evaluasi kondisi jalan menggunakan SDI, penentuan bobot dan prioritas menggunakan AHP, serta integrasi hasil analisis ke dalam GIS. Hasil evaluasi SDI menunjukkan nilai indeks berkisar antara 40,00 hingga 187,30 yang mengklasifikasikan kondisi jalan ke dalam kategori baik, rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Pada tahap MCDM, kriteria kondisi jalan menjadi faktor paling dominan dengan bobot 0,5587, diikuti fungsi jalan (0,2562), volume lalu lintas (0,1272), dan dampak sosial (0,0579), sehingga menghasilkan Priority Index yang mampu merepresentasikan tingkat urgensi pemeliharaan secara lebih komprehensif dibandingkan pendekatan berbasis kondisi jalan saja. Integrasi hasil SDI dan AHP ke dalam GIS menghasilkan Priority Index Layer yang memvisualisasikan distribusi spasial prioritas pemeliharaan dalam bentuk peta tematik. Model yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan objektivitas dan konsistensi dalam penentuan prioritas, tetapi juga membentuk kerangka GIS-based Spatial Multi-Criteria Decision Support System yang dapat mendukung perencanaan pemeliharaan jalan secara efektif dan direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik jaringan jalan yang berbeda.