Kasus henti jantung merupakan penyebab kematian tertinggi yang membutuhkan penanganan cepat melalui BHD. Keluarga pasien memiliki peran strategis sebagai penolong pertama diruang rawat inap. Diharapkan sebagai penolong pertama saat terjadi henti jantung dan henti napas.Tujuan bertujuan mengetahui pengaruh simulasi BHD berbasis panduan AHA 2025 terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga pasien. Metode desain penelitian menggunakan kuantitatif quasi-experimental (non-equivalent control group design). Sampel terdiri kelompok intervensi sebanyak diRuang Merak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak diRuang Gelatik 18 responden. Kelompok intervensi diberikan simulasi BHD dilakukan demonstrasi 2x, redemonstrasi bimbingan 1x, revisi demonstrasi 1x, dan redemonstrasi mandiri menggunakan manekin selama 30 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak. Penilaian dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda dan lembar observasi data dianalisis menggunakan uji T independent. Hasil rata-rata pengetahuan kelompok intervensi meningkat dari 4,28 menjadi 9,33 (p value=0,0001). Sikap kelompok intervensi meningkat 24,33 menjadi 25,94 (p value=0,072) sedikit meningkat,Skor keterampilan psikomotor meningkat sangat tinggi dari 1,11 menjadi 13,56 (p value =0,0001). Pada kelompok kontrol pengetahuan 3,17 sedikit meningkat menjadi 3,72 (p value=0,14),Skor sikap 26,17 mengalami penurunan 26,06 (p value=0,734).Skor keterampilan meningkat dari 0,94 menjadi 1,06 (p value=0,157). Kesimpulan pelatihan simulasi BHD berbasis AHA 2025 berpengaruh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan motorik keluarga pasien.