Ropi Irawan
Universitas Widyatama, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Inflasi, Credit Default Swap (CDS), Kurs dan Suku Bunga Terhadap Yield Obligasi Pemerintah Indonesia (Studi Kasus pada Obligasi Pemerintah Indonesia Tahun 2020 – 2023) Ropi Irawan; Andry Arifian Rachman
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 7 No. 3 (2026): Journal of Accounting and Finance Management (July - August 2026)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v7i3.3751

Abstract

Pasar obligasi pemerintah memiliki peran penting dalam pembiayaan negara dan stabilitas sistem keuangan, di mana pergerakan yield mencerminkan kondisi makroekonomi dan persepsi risiko investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, Credit Default Swap (CDS), nilai tukar, dan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) terhadap yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun di Indonesia selama periode 2020–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda terhadap data time series bulanan sebanyak 48 observasi yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan lembaga keuangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, CDS, nilai tukar, dan BI-7DRR berpengaruh signifikan terhadap yield SUN tenor 10 tahun. Secara parsial, hanya CDS yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap yield, sedangkan inflasi, nilai tukar, dan BI-7DRR tidak berpengaruh signifikan terhadap yield. CDS juga merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi yield, yang ditunjukkan oleh nilai standardized coefficient beta terbesar, yaitu 0,757. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap risiko kredit negara merupakan faktor yang lebih dominan dalam menentukan yield obligasi pemerintah Indonesia dibandingkan variabel makroekonomi yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian memberikan implikasi bagi investor dan pembuat kebijakan dalam mempertimbangkan serta memantau risiko kredit negara dan kondisi makroekonomi dalam menjaga stabilitas pasar obligasi pemerintah Indonesia.