Selama dekade terakhir, teater musikal Indonesia mengalami pertumbuhan. Jumlah produksi meningkat, keterlibatan penonton muda naik, dan organisasi seni pertunjukan bertambah. Namun ekosistem industri belum terbentuk secara berkelanjutan. Mayoritas produksi masih project-based, bergantung pada sponsor temporer, dan belum punya model bisnis yang menghubungkan produksi pertunjukan, pembinaan talenta, manajemen audiens, dan kolaborasi komersial secara terstruktur.Penelitian bertujuan mengidentifikasi hambatan struktural industri teater musikal Indonesia dan mengembangkan kerangka creative agency terintegrasi sebagai model bisnis penopang keberlanjutan ekosistem. Metode yang digunakan kualitatif eksploratif Futures Design and Creation. Data primer diperoleh via wawancara semi-terstruktur dengan pelaku teater musikal, penonton, dan pihak yang pernah bekerja sama dalam produksi. Data sekunder dari literatur, laporan industri, dokumentasi, dan observasi lapangan.Temuan menegaskan keberlanjutan teater musikal dipengaruhi 4 faktor: infrastruktur produksi profesional minim, sistem kaderisasi talenta lemah, ketergantungan pada pendapatan tiket, dan integrasi lembaga seni dengan mitra komersial rendah. Karena itu penelitian merumuskan kerangka creative agency terintegrasi yang memadukan produksi pertunjukan, manajemen talenta, pengembangan audiens, layanan kreatif berbasis storytelling, dan kemitraan komersial dalam satu model organisasi. Kerangka ini memberi sumbangsih teori untuk kewirausahaan kreatif dan manajemen seni pertunjukan, sekaligus strategi praktis menguatkan keberlanjutan industri teater musikal Indonesia