Desa Tenjolaya di Kabupaten Bandung memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat, namun pengembangan akomodasi berbasis masyarakat—khususnya homestay—masih menghadapi beberapa kendala, seperti penerapan standar pelayanan yang belum konsisten, praktik hygiene dan sanitasi yang belum optimal, serta keterbatasan kemampuan promosi digital. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Yapari berkolaborasi dengan Pokdarwis Desa Tenjolaya untuk meningkatkan kapasitas pengelola homestay agar mampu mengelola layanan yang profesional serta berorientasi pada pariwisata berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang meliputi Participatory Rural Appraisal (PRA), capacity building, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi berbasis indikator layanan. Kegiatan menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola homestay melalui pelatihan manajemen homestay, penataan kamar tidur, serta hygiene dan sanitasi; dilanjutkan dengan pendampingan penerapan di masing-masing homestay. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kualitas layanan, kerapihan dan kebersihan ruang, serta meningkatnya kesadaran pengelola terkait standar pelayanan dan prinsip keberlanjutan. Selain itu, program mendorong penguatan kelembagaan melalui pembentukan/penajaman mekanisme kerja kelompok pengelola dan tersusunnya dokumen pendukung berupa modul dan SOP. Dengan demikian, pendampingan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas akomodasi berbasis komunitas serta memperkuat posisi Desa Tenjolaya sebagai destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan