Ignasius Leka Kapuka
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Perilaku Pencegahan Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Siswa Kelas IV SDK Xaverius Surabaya Ignasius Leka Kapuka; Pramita Laksitarahmi Isrianto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4825

Abstract

Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih relevan pada anak usia sekolah karena aktivitas anak dapat meningkatkan kontak dengan tanah dan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi. Perilaku higiene personal dan kebiasaan sehari-hari menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penularan STH. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku pencegahan infeksi STH pada siswa kelas IV SDK Xaverius Surabaya berdasarkan enam domain perilaku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Responden berjumlah 34 siswa dari populasi 40 siswa yang hadir, bersedia berpartisipasi, dan mengisi kuesioner secara lengkap. Data dikumpulkan pada Juni 2026 menggunakan kuesioner 28 item yang mencakup kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, penggunaan alas kaki, kebiasaan jajan, kebersihan setelah buang air besar (BAB), dan kebiasaan bermain di tanah. Analisis dilakukan secara univariat dengan menghitung skor aktual, skor maksimum, persentase capaian, dan kategori perilaku. Hasil penelitian menunjukkan seluruh domain berada pada kategori sangat tinggi. Persentase capaian tertinggi terdapat pada kebersihan setelah BAB sebesar 94,12%, diikuti kebiasaan mencuci tangan 90,29%, kebiasaan bermain di tanah 88,53%, kebiasaan jajan 87,79%, kebersihan kuku 84,26%, dan penggunaan alas kaki 83,46%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa secara umum telah menerapkan perilaku pencegahan STH dengan baik. Meskipun demikian, penggunaan alas kaki dan kebersihan kuku memiliki capaian relatif lebih rendah sehingga tetap perlu diperkuat. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan di sekolah dan keluarga diperlukan untuk mempertahankan serta meningkatkan konsistensi perilaku pencegahan STH. Penelitian ini tidak melakukan pemeriksaan infeksi STH, sehingga hasil penelitian menggambarkan perilaku pencegahan yang dilaporkan responden dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan ada atau tidaknya infeksi pada siswa.