Pengendalian persediaan obat yang efektif merupakan faktor penting dalam menjamin kelancaran pelayanan farmasi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Surakarta menggunakan metode ABC, VEN, kombinasi ABC–VEN, serta perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder point (ROP). Penelitian ini merupakan studi deskriptif Non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah data perencanaan obat tahun 2024 dari bulan Januari sampai Desember. Hasil analisis ABC menunjukkan kelompok A terdiri dari 31 item (8,73%) dengan serapan anggaran terbesar yaitu 74,55% dari total biaya, kelompok B 98 item (27,61%) dengan serapan 20,43%, dan kelompok C 226 item (63,66%) dengan serapan 5,02%. Analisis VEN menunjukkan dominasi obat kategori Essensial (E) sebanyak 320 item (90,14%) dengan serapan 94,84% anggaran, sedangkan kategori Non-Essensial (N) hanya 35 item (9,86%) dengan serapan 5,16% dan tidak terdapat kategori Vital (V). Analisis kombinasi ABC–VEN menunjukkan kelompok AE menyerap 72,04% anggaran (7,89%) item sehingga menjadi prioritas utama, diikuti BE sebesar 18,18%, sementara AN dan BN total 4,77% serta CE dan CN dengan 63,67% item namun hanya 5,02% biaya. Hasil Perhitungan EOQ dan ROP pada kelompok AE menunjukkan variasi jumlah pemesanan optimal dan titik pemesanan ulang, dengan beberapa obat memiliki nilai ROP tinggi akibat tingkat pemakaian besar, dan sebagian lain bernilai negatif karena stok berlebih. Kesimpulannya, penerapan metode ABC, VEN, kombinasi ABC–VEN, serta EOQ–ROP efektif dalam membantu rumah sakit memprioritaskan pengendalian obat, mengoptimalkan biaya, dan mengurangi risiko kekosongan atau kelebihan stok.