Handini Handini
Program Studi Doktor Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN PANATA ACARA PENGANTIN SUNDA BERBASIS VIRTUAL REALITY DI LEMBAGA KURSUS Iis Handoko; Handini Handini; Sholeh Hidayat; Luluk Asmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12897

Abstract

ABSTRACT This study aimed to develop a Virtual Reality (VR)-based training model for Sundanese wedding Master of Ceremony (MC) practitioners to enhance the competencies of learners in non-formal training institutions. The study was prompted by the limitations of conventional training, which tend to emphasize theoretical knowledge and provide limited opportunities for participants to experience the dynamic situations encountered during Sundanese wedding ceremonies. To address this gap, the study employed a Research and Development (R&D) approach based on the Dick and Carey instructional design model. The development process involved needs analysis, instructional design, prototype development, expert validation, product revision, participant trials, and effectiveness evaluation. The participants consisted of 20 trainees enrolled in a course institution in Pandeglang Regency. The findings showed that the developed model achieved favorable expert validation results, with scores of 4.5 for model feasibility, 4.3 for content relevance, and 4.1 for pedagogical validity on a five-point scale. Effectiveness testing using a paired-samples t-test revealed a statistically significant improvement in participants’ competency scores, increasing from a mean of 65.50 on the pre-test to 88.75 on the post-test (p < 0.05). In addition, 95% of participants reported increased confidence and readiness to manage Sundanese wedding events. The study concludes that the VR-based training model offers an effective experiential learning alternative for strengthening professional competence and supporting innovation in non-formal training programs. ABSTRAK Kebutuhan akan pelatihan yang mampu menjembatani penguasaan pengetahuan adat dengan keterampilan praktis menjadi persoalan penting dalam pengembangan kompetensi Master of Ceremony (MC) atau panata acara pernikahan Sunda. Pelatihan yang masih didominasi penyampaian materi secara konvensional belum sepenuhnya memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghadapi dinamika prosesi, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan mengambil keputusan dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pelatihan berbasis Virtual Reality (VR) sebagai alternatif pembelajaran yang memungkinkan pengalaman praktik berlangsung dalam lingkungan virtual yang imersif. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Dick and Carey melalui tahap analisis kebutuhan, analisis pembelajaran dan karakteristik peserta, perumusan tujuan, pengembangan instrumen dan strategi, perancangan produk, validasi ahli, uji coba, revisi, serta evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 20 peserta pelatihan pada lembaga kursus di Kabupaten Pandeglang. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa model memperoleh rerata penilaian ahli sebesar 4,2 dari skala 5 dengan kategori sangat layak. Uji coba juga memperlihatkan peningkatan rerata kompetensi peserta dari 65,50 pada pre-test menjadi 88,75 pada post-test dengan nilai signifikansi p < 0,05. Selain itu, 95% peserta menyatakan model mendukung kesiapan dan kepercayaan diri mereka. Dengan demikian, model pelatihan berbasis VR berpotensi menjadi alternatif inovatif untuk memperkuat kompetensi panata acara pernikahan Sunda melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif.