Pendahuluan: Harga diri rendah (self-esteem) merupakan salah satu masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan diri, terganggunya hubungan sosial, prestasi akademik, serta kesehatan mental. Di Provinsi Lampung, penelitian menunjukkan bahwa 78,2% remaja memiliki harga diri rendah. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung juga menunjukkan bahwa 46,1% siswa mengalami harga diri rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat menghambat perkembangan psikologis remaja. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri remaja adalah terapi afirmasi positif, yaitu pemberian kalimat-kalimat positif secara berulang untuk membangun keyakinan dan penilaian positif terhadap diri sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah di SMP Negeri 26 Bandar Lampung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melalui pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 253 siswa, dengan sampel sebanyak 20 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat harga diri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi afirmasi positif, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 12 responden (60%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 responden (60%). Rata-rata skor harga diri sebelum diberikan terapi afirmasi positif sebesar 18,82 dan meningkat menjadi 23,00 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p<0,05), yang berarti terdapat peningkatan harga diri yang signifikan setelah pemberian terapi afirmasi positif. Kesimpulan : Terapi afirmasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah di SMP Negeri 26 Bandar Lampung. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi dalam program bimbingan konseling maupun promosi kesehatan jiwa di sekolah guna membantu meningkatkan harga diri dan kesehatan mental remaja.