Musthika Wida Mashitah
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai, Kalimantan Tengah Eka Fitriani; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1458

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan minum obat secara berkelanjutan untuk mencegah komplikasi. Pengetahuan yang memadai mengenai hipertensi dan pengobatannya berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi sehingga tekanan darah dapat dikendalikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sebanyak 60 pasien hipertensi dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (60,0%), namun lebih dari separuh memiliki kepatuhan minum obat yang rendah (53,3%). Hasil tabulasi silang menunjukkan 47,2% responden dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan tinggi, sedangkan seluruh responden dengan pengetahuan kurang memiliki kepatuhan rendah. Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat (r= 0,543; p<0,001). Pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Peningkatan edukasi kesehatan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan mendukung pengendalian hipertensi.