Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Faktor kognitif dan psikososial, seperti pengetahuan, dukungan keluarga, dan self-efficacy, diduga berperan dalam membentuk kepatuhan pasien, khususnya di komunitas pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, dan self-efficacy dengan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di komunitas pedesaan wilayah kerja Puskesmas Lamunti. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 364 pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lamunti dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi, kuesioner dukungan keluarga, Medication Adherence Self-Efficacy Scale-Revised, dan Morisky Medication Adherence Scale-8. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menemukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (72,5%), dukungan keluarga kurang (62,6%), self-efficacy rendah (69,2%), dan kepatuhan pengobatan tinggi (54,9%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan terhadap pengobatan (p=0,001), sedangkan pengetahuan (p=0,246) dan self-efficacy (p=0,118) tidak berhubungan secara signifikan. Dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di komunitas pedesaan. Intervensi peningkatan kepatuhan perlu mengoptimalkan keterlibatan keluarga melalui pendekatan family-centered care dalam pengelolaan hipertensi.