Sekar Arum Srigati
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Suplementasi Vitamin D sebagai Terapi Adjuvan pada Tuberkulosis Anak: Tinjauan Sistematis Luaran Klinis Sekar Arum Srigati; Siti Faizatul Aliyah; Siti Ulfatur Rizqa; Siti Zahra Arfiani; Salsabila Rahmani; Inggil Noor Maulidiyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) pada anak merupakan masalah kesehatan serius dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di Indonesia sebagai negara dengan beban TB tertinggi kedua di dunia. Progresi TB pada anak berkaitan erat dengan kemampuan sistem imun dalam mengendalikan infeksi. Sistem imun yang belum matur dan tidak optimal dapat meningkatkan risiko progresi TB menjadi aktif. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan adjuvan yang mendukung fungsi imun selama pengobatan TB anak. Vitamin D berpotensi berperan sebagai imunomodulator yang mendukung respons imun terhadap infeksi TB, namun manfaatnya sebagai terapi adjuvan pada TB anak masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi manfaat suplementasi vitamin D terhadap luaran klinis TB anak. Studi ini merupakan tinjauan sistematis terhadap uji klinis terkontrol dan acak pada anak usia 0-18 tahun yang membandingkan suplementasi vitamin D dengan kontrol. Dari 2308 artikel yang diseleksi, empat studi dengan total 659 peserta memenuhi kriteria inklusi. Secara keseluruhan, suplementasi vitamin D berhubungan dengan percepatan resolusi gejala klinis, perbaikan gambaran radiologis, peningkatan kadar 25-hidroksivitamin D, serta perbaikan parameter pertumbuhan. Tidak ditemukan efek samping bermakna terkait suplementasi. Secara keseluruhan, suplementasi vitamin D menunjukkan potensi manfaat sebagai terapi adjuvan pada TB anak dengan tolerabilitas yang baik, meskipun kekuatan bukti yang tersedia masih terbatas.
Peran Gangguan Elektrolit terhadap Kejang pada Penyakit Ginjal Kronik: Tinjauan Sistematis Dela Putri Pratikno; Sekar Arum Srigati; Ditya Pramudyaning Tias; Meutia Citra Aisya; Dimas Widyadhana Bhanu Aryasatya; Annisa Kalma Athalia
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang merupakan komplikasi neurologis yang sering terjadi pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK), terutama pada stadium lanjut atau yang menjalani dialisis. Gangguan elektrolit dianggap sebagai penyebab utama, namun dalam praktiknya, umumnya bersifat multifaktorial. Tinjauan sistematik ini bertujuan mengevaluasi peran gangguan elektrolit terhadap kejadian kejang pada pasien PGK serta mengidentifikasi faktor lain yang berkontribusi. Penelusuran literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar. Sebanyak 11 artikel studi memuat pasien PGK atau gagal ginjal tahap akhir yang melaporkan kejadian kejang disertai data elektrolit diinklusikan. Data yang diekstraksi meliputi stadium PGK, status dialisis, elektrolit serum, parameter uremikum, karakteristik kejang, faktor pencetus yang diduga, serta luaran klinis. Mengingat heterogenitas desain dan pelaporan luaran, hasil dianalisis secara naratif. Hiponatremia dan hipokalsemia merupakan gangguan elektrolit yang paling sering dilaporkan dan berperan sebagai pencetus langsung atau penurun ambang kejang. Namun demikian, faktor lain seperti sindrom disequilibrium dialisis, posterior reversible encephalopathy syndrome, status epileptikus nonkonvulsif, serta neurotoksisitas akibat obat atau toksin lebih konsisten diidentifikasi sebagai penyebab utama terjadinya kejang. Pada sebagian besar kasus, gangguan elektrolit ditemukan bersamaan dengan kondisi-kondisi tersebut, bukan sebagai faktor etiologi tunggal. Tinjauan ini menunjukkan bahwa kejang pada penderita PGK kemungkinan disebabkan oleh kombinasi gangguan elektrolit dan metabolik, sehingga tatalaksana kejang pada PGK bersifat komprehensif.