UMKM kuliner di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena berada di kawasan wisata Surya Kencana, namun pendapatan sebagian pelaku usaha masih belum optimal meskipun telah mengadopsi digitalisasi melalui penjualan online (GoFood dan GrabFood) serta sistem pembayaran QRIS. Permasalahan utama terletak pada pemanfaatan teknologi digital yang belum maksimal dan tingkat literasi keuangan yang masih berada pada kategori sedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penjualan online dan penggunaan QRIS terhadap pendapatan UMKM kuliner, serta menguji peran literasi keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif (explanatory research) dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap 100 pemilik atau pengelola UMKM kuliner yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS, meliputi uji validitas dan reliabilitas, koefisien determinasi (R²), Goodness of Fit (Gof Index), uji signifikansi jalur, serta uji mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan online, adopsi QRIS, dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM kuliner, dengan literasi keuangan sebagai faktor paling dominan, sementara penjualan online dan QRIS berperan sebagai faktor pendukung dengan pengaruh sedang. Selain itu, literasi keuangan terbukti memediasi secara parsial pengaruh penjualan online dan QRIS terhadap pendapatan UMKM, yang menegaskan bahwa transformasi digital tidak akan memberikan hasil optimal tanpa didukung kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai, sehingga peningkatan literasi keuangan menjadi kunci utama dalam mempertahankan dan mengoptimalkan dampak digitalisasi terhadap pendapatan UMKM. Kata kunci: Literasi Keuangan, Pendapatan UMKM, Penjualan Online, QRIS, Transformasi Digital, UMKM Kuliner.