Penelitian ini menganalisis pemberdayaan petani lokal di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, dengan menempatkan pemberdayaan sebagai persoalan akses terhadap sumber daya, kapasitas, dan dukungan pemerintah dalam pembangunan kampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Maret-Mei 2018 dengan melibatkan 14 informan yang terdiri atas kepala kampung, aparat kampung, tokoh pemuda, tokoh adat, dan sepuluh masyarakat petani lokal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pembinaan pertanian telah dilakukan melalui kerja sama pemerintah kabupaten, petugas penyuluh, dan pemerintah kampung. Namun, pemberdayaan belum optimal karena akses petani terhadap peralatan kerja, modal usaha, bibit, pupuk, dan teknologi pertanian belum merata, sementara sebagian pengetahuan hasil pelatihan belum dimanfaatkan secara konsisten. Pada aspek penataan jenis usaha, belum ditemukan dukungan yang memadai untuk menata tempat penjualan dan barang dagangan hasil pertanian agar lebih menarik dan terhubung dengan pasar. Sebagian petani masih menjual hasil pertanian di depan rumah atau menggunakannya untuk konsumsi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak cukup dibangun melalui transfer pengetahuan, tetapi membutuhkan distribusi akses terhadap sumber daya produktif, penguatan kapasitas usaha, dan fasilitasi pasar. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan petani lokal di Kampung Wasur masih bersifat parsial: intervensi pemerintah telah hadir pada aspek pembinaan, tetapi belum sepenuhnya memperkuat kemandirian ekonomi dan posisi petani dalam tata kelola pembangunan lokal.