Supriyono
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Hijau dalam Membentuk Perilaku Kerja Peduli Lingkungan Karyawan Sektor Manufaktur Supriyono
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v6i2.804

Abstract

Tuntutan integrasi pilar keberlanjutan mendorong sektor manufaktur untuk mentransformasi operasionalnya melalui pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi lingkungan. Penelitian kualitatif studi kasus ganda ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Hijau (Green Human Resource Management / GHRM) diinternalisasi, diartikulasi, dan membentuk perilaku kerja peduli lingkungan (Employee Green Behavior) karyawan sektor manufaktur di Jawa Barat. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terstruktur bersama manajer HRD, supervisor, dan operator produksi, yang dilengkapi dengan observasi pasif serta analisis dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi GHRM mengalami segmentasi pemaknaan; green training berbasis pengalaman lapangan efektif meningkatkan kesadaran afektif, namun penilaian kinerja hijau sering terpinggirkan oleh dominasi target volume produksi. Ketersediaan fasilitas ramah lingkungan dan persepsi otentisitas komitmen organisasi menjadi faktor pendorong utama perilaku hijau sukarela (extra-role), sementara kelelahan kerja dan sinisme terhadap greenwashing menjadi hambatan utama. Lebih lanjut, Green Transformational Leadership di tingkat supervisor dan norma kontrol sosial kelompok kerja berkebudayaan kolektif terbukti memediasi transformasi kepatuhan formal (in-role) menjadi habituasi perilaku ekologis yang berkelanjutan. Penelitian ini merumuskan Contextual Green HRM Model sebagai pengembangan konseptual dari AMO Framework dan Social Information Processing Theory pada pasar berkembang. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen untuk menyelaraskan KPI operasional dengan insentif hijau guna membangun budaya keberlanjutan organisasi secara holistik.