Keaktifan kunjungan balita ke posyandu merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kunjungan yang rutin memungkinkan balita memperoleh pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan berat badan, imunisasi, pemberian vitamin A, dan pemantauan status gizi secara berkala. Rendahnya keaktifan kunjungan balita dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan gambaran mengenai keaktifan kunjungan balita ke posyandu sebagai bahan evaluasi pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keaktifan kunjungan balita di Posyandu wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan di wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian menggunakan lembar checklist berdasarkan data kunjungan balita ke posyandu. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, hampir seluruh balita memiliki kunjungan rutin ke posyandu yaitu sebanyak 36 balita (90%), sedangkan balita dengan kunjungan tidak rutin sebanyak 4 balita (10%). Hasil ini menunjukkan bahwa keaktifan kunjungan balita di Posyandu wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung tergolong baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar balita telah melakukan kunjungan rutin ke posyandu. Diharapkan petugas kesehatan dan kader posyandu dapat mempertahankan serta meningkatkan keaktifan kunjungan balita melalui edukasi kesehatan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada ibu balita.