Latar belakang: Tersedak merupakan kegawatdaruratan yang sering dialami anak balita yang dapat menyebabkan hipoksia, kerusakan otak, hingga kematian bila tidak segera ditangani. Pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan tersedak sangat penting untuk menentukan keberhasilan pertolongan pertama. Video edukasi menjadi salah satu alternatif karena memadukan gambar dan suara sehingga lebih mudah dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video edukasi terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan tersedak pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest pada 37 ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie, Posyandu Cibangkong RW 11. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan tersedak 21 item skala Guttman yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank. Hasil: Sebelum intervensi, pengetahuan ibu berada pada kategori baik (54,1%), cukup (43,2%), dan kurang (2,7%). Setelah diberikan video edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori baik (94,6%), sebagian kecil cukup (5,4%), dan tidak ada lagi responden yang berada dalam kategori kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,693 dengan p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Video edukasi pencegahan dan penanganan tersedak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu. Media ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu media edukasi di posyandu dan puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu menghadapi kejadian tersedak pada anak.