Sahid Nugraha
STAI Al-Amanah Al Gontory

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pembentukan Karakter Disiplin Melalui Ekstrakurikuler Pramuka: Studi Kasus Peserta Didik Kelas Atas Di MI Hikmatus Sofwah Pondok Aren Sahid Nugraha; Sri Rahmawati; Edi Suharsongko
Journal Of Education Research and Inovative Vol. 2 No. 2 (2026): JERI Agustus 2026
Publisher : CERDAS AKADEMIKA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64624/jeri.v2i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kedisiplinan peserta didik kelas atas, menganalisis strategi pembina Pramuka dalam menanamkan karakter disiplin, serta menjelaskan kontribusi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka terhadap proses internalisasi nilai disiplin di MI Hikmatus Sofwah Pondok Aren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang kontekstual dan mendalam mengenai praktik pembinaan disiplin dalam kegiatan Pramuka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disiplin peserta didik tercermin dalam kepatuhan terhadap tata tertib, ketepatan waktu, penggunaan atribut sesuai ketentuan, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Strategi pembina dalam menanamkan karakter disiplin dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, penegakan aturan secara edukatif, pemberian motivasi, serta internalisasi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma. Kegiatan seperti baris-berbaris, kerja sama regu, permainan edukatif, dan penugasan kelompok memberikan pengalaman langsung yang memungkinkan peserta didik mempraktikkan kedisiplinan dalam situasi nyata. Dalam konteks penelitian ini, kegiatan Pramuka dipersepsikan mendukung proses pergeseran dari kepatuhan yang semula bergantung pada pengawasan menuju disiplin yang lebih didasarkan pada kesadaran, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Temuan juga menunjukkan bahwa penggunaan gawai menjadi salah satu faktor kontekstual yang dapat mengganggu pengelolaan waktu dan konsistensi disiplin pada sebagian peserta didik.