Iyan Bachtiar
Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Fasilitas Kerja Pelukisan dengan Memperhatikan Aspek-Aspek Ergonomi pada Proses Pembuatan Keramik Irwansyah Tri Putra Jungjunan; Harits Nu’man; Iyan Bachtiar
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science 509-516
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v6i2.24049

Abstract

Abstract. CV. XYZ is a company operating in the clay-based ceramic handicraft industry. The ceramic manufacturing process involves several stage: molding, shaping, drying, painting, glazing, and firing. Field observations revealed that operators at the painting workstation frequently experience fatigue and complain of pain in various body parts while performing tasks such as retrieving produts, setting up product for processing, painting, and storing finished products. These issues have led to delays in completing produts within the scheduled timeframe. This study employs the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and the Baseline Risk Identification of Ergonomics (BRIEF) Survey method. Results from the NBM questionnaire administered to three operators indicate frequent complaints of discomfort in the neck, shoulders, upper back, lower back, writs, knees, and ankles. Meanwhile, the BRIEF Survey analysis reveals that the highest occupational risk levels and the highest scores are associated with the tasks of product retrieval, product painting, and product storage. These high scores across all three operators indicate a significant risk of injury, necessitating immediate improvements based on anthropometric principles. Abstrak. CV. XYZ merupakan industri yang bergerak di bidang industry kerjainan keramik yang berbahan baku tanah liat. Pembuatan keramik dilakukan melalui beberapa proses diantaranya proses percetakan, pembentukan, pengeringan, pelukisan, pengglasiran dan pembakaran. Berdasrakan observasi lapangan ditemukan operator pada stasiun kerja pelukisan sering mengalami kelelahan dan mengeluhkan rasa sakit pada beberapa bagian tubuhnya dengan elemen kerja yang dilakukan yaitu pengambilan produk, product setting process, pelukisan dan penyimpanan produk. Sehingga keterlambatan penyelesaian produk dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner Nordic Body Map (NBM), metode Baseline Risk Identification of Ergonomics (BRIEF) Survey. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kuesioner Nordic Body Map (NBM) dari tiga operator menunjukkan keluhan yang sering dirasakan pada bagian tubuh yaitu leher, bahu, punggung bagian atas, punggung bagian bawah, pergelangan tangan, lutut dan pergelangan kaki. Sedangkan dari hasil pengamatan menggunakan metode BRIEF Survey menunjukkan bahwa tingkat risiko kerja tertinggi dan memiliki skor tertinggi terjadi pada elemen kerja pengambilan produk, pelukisan produk dan penyimpanan produk. Hal tersebut dikarenakan memiliki skor tertinggi untuk ketiga operator yang berarti pekerjaan yang diteliti memiliki risiko cedera yang tinggi sehingga diperlukan perbaikan sesegera mungkin menggunakan metode Antropometri.