Erika Anggraini
Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Awal Bros, Pekanbaru, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pengelolaan Logistik Obat Dengan Penerapan Metode FIFO Dan FEFO Di RSIA Annisa Pekanbaru Bobi Handoko; Erika Anggraini; Agus Salim; Marian Tonis; Alfitri Yana Yunita
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Kesehatan (On Progress)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v6i2.255

Abstract

Pengelolaan logistik obat merupakan salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan, mutu dan keamanan obat dalam mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penerapan metode FIFO dan FEFO berperan dalam mencegah obat kedaluwarsa. Evaluasi di RSIA Annisa Pekanbaru penting dilakukan meskipun kedua metode telah diterapkan, masih ditemukan obat slow moving serta obat yang mendekati dan melewati tanggal kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan logistik obat dengan penerapan metode FIFO dan FEFO, mengidentifikasi kendala pengelolaan logistik obat, serta menilai kesesuaian perencanaan dan pengadaan dengan kebutuhan pelayanan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap lima informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FIFO dan FEFO telah diterapkan pada tahap penyimpanan dan distribusi obat. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterlambatan dan ketidaktersediaan stok dari Pedagang Besar Farmasi (PBF), keterbatasan ruang penyimpanan, adanya obat slow moving, serta dokumentasi evaluasi yang belum sistematis. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan masih ditemukannya obat yang mendekati maupun melewati tanggal kedaluwarsa. Kesimpulannya, penerapan FIFO dan FEFO di RSIA Annisa Pekanbaru telah berjalan, tetapi belum optimal karena masih ditemukan obat slow moving, obat mendekati dan melewati kedaluwarsa, serta dokumentasi evaluasi yang belum sistematis. Disarankan rumah sakit meningkatkan monitoring stok dan menyusun laporan dokumentasi evaluasi secara sistematis.