Dicky Yulius Pangkey
Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit, Program Pasca Sarjana, Universitas Respati Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terhadap Kinerja Dan Mutu Pelayanan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Aulia Jakarta Rachmah Trijayanti; Dicky Yulius Pangkey; Susiana Nugraha
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14792

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sebuah sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dirancang untuk mengelola serta mengintegrasikan seluruh proses pelayanan di rumah sakit. RS Aulia telah mengembangkan Hospital Management System (HMS) sebagai SIMRS secara mandiri sejak tahun 2020 dan telah diterapkan di instalasi farmasi RS Aulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) terhadap kinerja dan mutu pelayanan di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Aulia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari 11 orang yang meliputi petugas farmasi, kepala instalasi farmasi, direksi, serta kepala IT. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara triangulasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Implementasi SIMRS di RS Aulia berjalan efektif dengan sistem yang stabil, informasi lengkap, layanan IT responsif, tingkat penggunaan tinggi, dan kepuasan pengguna baik, meskipun masih ada kendala sinkronisasi stok obat dan etiket manual. Sistem ini meningkatkan kinerja petugas farmasi melalui peningkatan ketelitian, akurasi, kemampuan penggunaan SIMRS, serta efektivitas dan kuantitas kerja. Selain itu, SIMRS memperbaiki mutu pelayanan farmasi dengan menjamin keamanan pasien, mempercepat proses, memudahkan koordinasi antarunit, dan meningkatkan efisiensi kerja melalui pengurangan penggunaan kertas dan pencatatan stok yang lebih cepat. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekurangan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah masih terdapat kendala terkait sinkronisasi stok obat, resistensi dari beberapa dokter senior menggunakan resep elektronik, belum adanya pembeda poli dan pencetakan etiket yang masih manual. Saran penelitian ini mencakup sosialisasi kembali terkait SIMRS untuk mengoptimalkan penggunaan SIMRS, pengembangan fitur tambahan SIMRS seperti print etiket dan e-resep, sistem peringatan stok minimum, pelaporan otomatis serta penambahan fitur informasi pasien, untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan farmasi.