The low learning outcomes of students in IPAS at remote elementary schools require contextual and effective instructional media solutions. This study aims to describe the implementation process and measure the impact of using newspapers as an IPAS learning medium on improving fourth-grade students' learning outcomes at SD Negeri 2 Tiakur. The research employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model across two cycles with 18 fourth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected via written tests, observation, and documentation, then analyzed using classical completeness percentages based on a KKTP of 65. Results revealed that the class average score increased from 60 with 22% completeness in pre-action, to 69 with 44% completeness in Cycle I, and reached 78 with 100% classical completeness in Cycle II. Using newspapers as an IPAS learning medium is proven effective in comprehensively improving student learning outcomes. This medium offers an economical and contextual learning model for schools facing resource constraints. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar daerah terpencil membutuhkan solusi media pembelajaran yang kontekstual dan efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan dan mengukur dampak pemanfaatan surat kabar sebagai media pembelajaran IPAS terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Tiakur. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus pada 18 peserta didik tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan persentase ketuntasan klasikal berbasis KKTP 65. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 60 dengan ketuntasan 22% pada pra-tindakan, menjadi 69 dengan ketuntasan 44% pada siklus I, dan mencapai 78 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II. Pemanfaatan surat kabar terbukti efektif meningkatkan hasil belajar IPAS secara menyeluruh. Media ini menjadi alternatif pembelajaran yang ekonomis serta kontekstual bagi sekolah dengan keterbatasan sumber daya.