Kristina Dewi Sartika
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Batang Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Jamur Candida albicans Kristina Dewi Sartika; La Ode Saafi; Selpirahmawati Saranani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.151

Abstract

Antimikroba adalah Antimikroba merupakan suatu zat atau komponen yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri/kapang (bakteristatik atau fungistatik) hingga membunuh bakteri atau kapang (bakterisidal atau fungisidal). Salah satu tanaman yang dapat berpotensi sebagai antimikroba yaitu batang pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak etanol batang pepaya dan mengidentifikasi konsentrasi dari ekstrak etanol batang pepaya yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aereus dan jamur Candida albicans. Jenis penelitian eksperimental. Metode yang digunakan yaitumetode ekstraksi maserasi. Selanjutnya skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder batang pepaya dan dilakukan uji aktivitas antimikroba menggunakan metode sumuran pada bakteri Staphylococcus aereus dan jamur Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil maserasi menghasilkan rendemen 29,1 gram dan skrining fitokimia ekstrak batang pepaya mengandung metabolit senyawa flavanoid, saponin, steroid, tanin, fenol, dan alkaloid. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Ekstrak etanol batang pepaya pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan kontrol positif dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus denga n rata-rata zona hambat masing-masing yaitu 9 mm, 10,2 mm, 11,2 mm, dan 30 mm. Dan tidak memiliki aktivitas antimikroba pada jamur Candida albicans. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melakukan uji aktivitas dengan menggunakan bakteri atau jamur yang berbeda