Shelly Taurhesia
Program Magister Ilmu Kefarmasian, Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Dan Ekstrak Daun Mimba (Azadiractha indica A. Juss) Terhadap Cutibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis Deby Mulyafami; Shelly Taurhesia; Adek Zamrud Adnan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.781

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan gangguan inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang antara lain berkaitan dengan kolonisasi Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik dalam terapi jerawat secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi sehingga mendorong pengembangan bahan alam sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss), baik secara tunggal maupun kombinasi, serta mengevaluasi karakteristik sediaan gel yang mengandung kombinasi ekstrak tersebut. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia, pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Diameter Daya Hambat (DDH), Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI), aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, formulasi gel, evaluasi fisikokimia, stabilitas, dan uji iritasi. Rendemen ekstrak rimpang temulawak dan daun mimba masing-masing sebesar 22,58% dan 36,44%. Kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Di antara rasio kombinasi yang diuji, rasio 1:2 (6,25%:3,12%) menghasilkan DDH terbesar, yaitu 23,42±0,53 mm terhadap C. acnes dan 22,18±0,68 mm terhadap S. epidermidis. Namun, nilai FICI sebesar 8,006 terhadap C. acnes dan 10,92 terhadap S. epidermidis menunjukkan bahwa interaksi kedua ekstrak bersifat antagonis. Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang temulawak dan ekstrak daun mimba menunjukkan nilai IC₅₀ masing-masing sebesar 60,38 ppm dan 51,89 ppm. Sediaan gel yang dihasilkan memenuhi kriteria evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar serta menunjukkan kestabilan fisik selama empat minggu pengujian dan tidak menimbulkan iritasi primer pada hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak dan daun mimba memiliki aktivitas antibakteri dan dapat diformulasikan dalam sediaan gel, tetapi kombinasi keduanya tidak menunjukkan efek sinergis berdasarkan nilai FICI.
Formulasi dan Aktivitas Serum Kombinasi Ekstrak Kulit Delima Merah (Punica granatum L.) dan Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) Dessy Aulia Rachma; Ratna Djamil; Shelly Taurhesia
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.795

Abstract

Stres oksidatif dan peningkatan aktivitas enzim tirosinase dapat berkontribusi terhadap penuaan dini dan hiperpigmentasi kulit sehingga diperlukan pengembangan sediaan kosmetik yang mengandung antioksidan dan bahan pencerah. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi serum pencerah wajah yang mengandung kombinasi ekstrak kulit buah delima merah (Punica granatum L.) dan ekstrak akar manis (Glycyrrhiza glabra L.). Ekstrak kulit buah delima merah diperoleh melalui maserasi kinetik menggunakan etanol 70%, kemudian dikombinasikan dengan ekstrak akar manis dalam tiga formula serum dengan variasi konsentrasi. Evaluasi meliputi aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, penghambatan enzim tirosinase, organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, dan stabilitas fisik pada suhu 40°C selama empat minggu. Ekstrak kulit buah delima merah dan ekstrak akar manis menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC₅₀ masing-masing sebesar 29,49 ± 0,08 bpj dan 34,34 ± 1,30 bpj. Aktivitas antioksidan awal serum menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 70,00 ± 1,25 bpj pada Formula 1, 65,44 ± 0,04 bpj pada Formula 2, dan 60,29 ± 0,63 bpj pada Formula 3. Selama penyimpanan, nilai IC₅₀ meningkat menjadi 73,25–82,37 bpj pada Formula 1, 66,91–75,39 bpj pada Formula 2, dan 61,72–69,75 bpj pada Formula 3, yang menunjukkan penurunan aktivitas antioksidan selama penyimpanan. Formula 2 dan Formula 3 memenuhi kriteria mutu fisik yang digunakan, sedangkan Formula 1 memiliki daya sebar awal 4,55 cm, lebih rendah dari rentang acuan 5–7 cm. Formula 3 menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi di antara ketiga formula, tetapi memiliki warna kuning kecokelatan yang lebih gelap dibandingkan Formula 2. Formula 2 menunjukkan aktivitas penghambatan enzim tirosinase dengan nilai IC₅₀ sebesar 157,22 bpj. Kombinasi ekstrak kulit buah delima merah dan ekstrak akar manis dapat diformulasikan menjadi serum dengan aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim tirosinase; Formula 2 dan Formula 3 menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria evaluasi dan tetap stabil selama empat minggu penyimpanan.