Khalimatus Sa’diyah
Universitas Islam Nahdhlatul Ulama Jepara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI CINTA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII DI MTS MAMBA’UL ULUM MAMBAK JEPARA Eviya Nur Fadilla; Khalimatus Sa’diyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14719

Abstract

ABSTRACT Aqidah Akhlak learning plays a strategic role in shaping students' character through the internalization of Islamic values that are relevant to contemporary character education challenges. One of the approaches is the implementation of the Love-Based Curriculum as a learning paradigm that integrates the values of compassion, role modeling, and habituation into the educational process. This study aimed to describe the implementation of the Love-Based Curriculum values in the Aqidah Akhlak learning process for eighth-grade students at MTs Mamba'ul Ulum Mambak Jepara. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, including data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that the implementation of the Love-Based Curriculum was integrated into lesson planning, instructional practices, and daily learning habituation through six core values: love for Allah, the Prophet Muhammad, oneself, fellow human beings, the environment, and the nation and the Republic of Indonesia. These values were actualized through religious habituation, teachers' role modeling, discipline, participatory discussions, environmental awareness, and polite language use. The integration of these values strengthened students' religious character, discipline, responsibility, social awareness, mutual respect, and patriotism. Therefore, the Love-Based Curriculum serves as an effective learning paradigm for integrating character education into Aqidah Akhlak instruction through contextual, sustainable, and teacher-centered exemplary practices. ABSTRAK Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan tantangan pendidikan karakter di era modern. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, dan pembiasaan dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas VIII di MTs Mamba'ul Ulum Mambak Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan secara terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pembiasaan pembelajaran melalui enam nilai utama, yaitu cinta kepada Allah Swt., Rasulullah saw., diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi tersebut diwujudkan melalui pembiasaan religius, keteladanan guru, disiplin, diskusi partisipatif, kepedulian terhadap lingkungan, dan penggunaan bahasa yang santun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai tersebut mampu memperkuat karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, sikap saling menghargai, serta kecintaan terhadap bangsa. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi paradigma pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran Akidah Akhlak secara kontekstual, berkelanjutan, dan berpusat pada keteladanan guru.