M. Faizal Hanif
Universitas Nahdatul Ulama Sidoarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA M. Faizal Hanif; Ruri Fadhilah Kurniati; Machfudzil Asror; Fajar Nur Yasin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14909

Abstract

Low student learning outcomes on the topic of cultural diversity indicate the need for an instructional model that connects learning materials with students' real-life experiences. One model considered appropriate is Contextual Teaching and Learning (CTL), as it emphasizes contextual, active, and meaningful learning. This study aimed to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning model on the learning outcomes of fifth-grade elementary school students in cultural diversity learning. This study employed a quantitative approach using a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 24 fifth-grade students of SDN Pucang 4 Sidoarjo selected through saturated sampling. Data were collected using a 20-item multiple-choice learning achievement test that had met validity and reliability requirements, supported by documentation. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and a paired sample t-test with IBM SPSS Statistics. The findings revealed that the students' mean score increased from 51.04 in the pretest to 82.92 in the posttest. Furthermore, the paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the implementation of the Contextual Teaching and Learning model had a statistically significant effect on students' learning outcomes. The findings suggest that connecting learning materials with authentic real-life contexts enhances conceptual understanding, encourages active participation during the learning process, and creates more meaningful learning experiences. Therefore, the CTL model can be considered an effective instructional alternative for improving elementary students' learning outcomes in IPAS, particularly on the topic of cultural diversity. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada materi keberagaman budaya menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu menghubungkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik. Salah satu model yang dinilai sesuai adalah Contextual Teaching and Learning (CTL) karena menekankan proses pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar keberagaman budaya siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui rancangan One-Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V-B SDN Pucang 4 Sidoarjo yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa 20 soal pilihan ganda yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 51,04 pada pretest menjadi 82,92 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar keberagaman budaya siswa kelas V. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan nyata mampu meningkatkan pemahaman konsep, mendorong keaktifan siswa selama proses pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Oleh karena itu, model CTL dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di sekolah dasar, khususnya pada materi keberagaman budaya.