Abstract. This research aims to analyze the communication effectiveness of the "Srikandi Movement Goes to School" program organized by PLN UP3 Bandung at SMA 7 Pasundan Bandung. Using a descriptive quantitative approach, this study evaluates communication through six main indicators: Receiver, Content, Media, Format, Source, and Timing. The research population consisted of 12th-grade students at SMA 7 Pasundan Bandung, with samples selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and analyzed using descriptive percentage analysis. The results indicate that the overall communication effectiveness of the program is in the "Good" category, with an average score of 3.10. Among the indicators, the Media indicator received the highest score (3.23), while the Content indicator received the lowest average score (2.99). These findings suggest that the program successfully delivered its message effectively, although improvements in the relevance and depth of the material are recommended to optimize student benefits. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi pada program Srikandi Movement Goes to School yang diselenggarakan oleh PLN UP3 Bandung di SMA 7 Pasundan Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi komunikasi melalui enam indikator utama: Penerima Pesan (Receiver), Isi Pesan (Content), Media Pesan (Media), Format Pesan (Format), Sumber Pesan (Source), dan Ketepatan Waktu (Timing). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 3 SMA 7 Pasundan Bandung, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan Skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi program secara keseluruhan berada pada kategori "Baik" dengan skor rata-rata 3,10. Di antara indikator yang diteliti, indikator Media memperoleh skor tertinggi (3,23), sedangkan indikator Isi Pesan memperoleh rata-rata terendah (2,99). Temuan ini menunjukkan bahwa program telah berhasil menyampaikan pesan secara efektif, meskipun diperlukan peningkatan pada aspek relevansi dan kedalaman materi untuk mengoptimalkan manfaat bagi siswa.