Muhammad Sultan Alfiansyah
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Konflik Emosional Keluarga Non-Biologis Muhammad Sultan Alfiansyah; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations 359-366
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.25366

Abstract

Abstract. This study examines how emotional conflict is represented in the communication of a non-biological family in the Chinese drama Go Ahead. Non-biological or chosen families are increasingly visible in popular media, yet their closeness is often accompanied by intense emotional friction that has rarely been examined through a communication lens. This research aims to identify the forms of emotional conflict displayed among the main characters and to interpret the meaning of that conflict within their family relationship. A qualitative approach with content analysis was used. Data were collected through repeated observation and documentation of scenes and dialogues across the drama's episodes that display expressions of anger, disappointment, jealousy, and worry. The findings show that emotional conflict, particularly disappointment, is the most dominant form appearing in the characters' interactions, and that these conflicts consistently emerge around moments of separation, unmet expectations, and perceived threats to closeness. Rather than signaling relational fragility, recurring emotional conflict functions as a marker of attachment, since its intensity corresponds to the depth of the bond among the characters. The study concludes that in a non-biological family, interpersonal communication quality, more than blood ties, determines how emotional conflict is expressed, negotiated, and resolved into stronger relational commitment.   Abstrak. Penelitian ini mengkaji bagaimana konflik emosional direpresentasikan dalam komunikasi keluarga non-biologis pada drama Cina Go Ahead. Keluarga non-biologis atau chosen family semakin banyak ditampilkan dalam media populer, namun kedekatan yang terbentuk kerap diiringi gesekan emosional yang intens dan belum banyak dikaji dari perspektif komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik emosional yang ditampilkan oleh tokoh utama serta memaknai konflik tersebut dalam konteks relasi keluarga mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi secara berulang terhadap adegan dan dialog di sepanjang episode drama yang menampilkan ekspresi kemarahan, kekecewaan, kecemburuan, dan kekhawatiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik emosional, khususnya kekecewaan, merupakan bentuk yang paling dominan muncul dalam interaksi antartokoh, dan konflik tersebut secara konsisten muncul di sekitar momen perpisahan, harapan yang tidak terpenuhi, serta ancaman terhadap kedekatan yang dirasakan. Alih-alih menandakan kerapuhan hubungan, konflik emosional yang berulang justru berfungsi sebagai penanda kelekatan, karena intensitasnya berbanding lurus dengan kedalaman ikatan antartokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam keluarga non-biologis, kualitas komunikasi interpersonal, lebih daripada ikatan darah, menentukan bagaimana konflik emosional diekspresikan, dinegosiasikan, dan diselesaikan menjadi komitmen relasional yang lebih kuat.