Fathan Lukmannulhakim Nur Musthofa
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sikap Mahasiswa Bandung terhadap Komunikasi Publik Dedi Mulyadi Fathan Lukmannulhakim Nur Musthofa; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Public Relations 367-374
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.25384

Abstract

Abstract. The development of digital technology has significantly transformed public communication patterns, where social media has become a primary platform for public officials to convey information and build their image. The use of social media by Dedi Mulyadi as the Governor of West Java through visual and narrative content has generated various perceptions among students, particularly in Bandung as a group with high critical literacy. This study aims to describe the perceptions of Bandung city students toward Dedi Mulyadi’s communication strategy on social media, which includes media exposure, source credibility, message appeal, and policy substance. The research employs a quantitative approach with a post-positivist paradigm and a descriptive method. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to students in Bandung using purposive sampling techniques. In addition, literature studies were conducted to strengthen the theoretical framework. The results indicate that the communication strategy demonstrates strong visual and emotional appeal; however, students tend to critically evaluate the substance of the policies presented. This suggests an imbalance between content popularity and rational acceptance of policy. This study is expected to contribute to the field of digital public communication and provide practical insights for improving more effective and substantive communication strategies. Abstrak. Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi publik, di mana media sosial menjadi sarana utama bagi pejabat public dalam menyampaikan informasi dan membangun citra. Pemanfaatan media sosial oleh Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat melalui konten yang bersifat visual dan naratif menimbulkan beragam persepsi di kalangan mahasiswa, khususnya di Kota Bandung sebagai kelompok yang memiliki tingkat literasi kritis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Kota Bandung terhadap strategi komunikasi Dedi Mulyadi di media sosial yang meliputi terpaan media, kredibilitas sumber, daya tarik pesan, serta substansi kebijakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma post-positivisme dan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert kepada responden mahasiswa di Kota Bandung dengan teknik purposive sampling. Selain itu, studi pustaka digunakan untuk memperkuat landasan teori penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan memiliki daya tarik tinggi secara visual dan emosional, namun mahasiswa cenderung bersikap kritis terhadap substansi kebijakan yang disampaikan. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara popularitas konten dan penerimaan rasional terhadap kebijakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi publik digital serta menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan substantif.