Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bernyanyi terhadap kemampuan mengingat anak usia 5–6 tahun di TK Annisaa Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 12 anak kelompok B yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi metode bernyanyi dan lembar penilaian kemampuan mengingat yang terdiri atas sembilan indikator. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan skor dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengingat anak mengalami peningkatan setelah penerapan metode bernyanyi. Rata-rata skor kemampuan mengingat meningkat dari 14,00 atau 38,89% pada pretest menjadi 35,33 atau 98,15% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 21,33 poin atau 59,26 poin persentase. Pada pretest masih terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH), sedangkan pada posttest seluruh 12 anak (100%) berada pada kategori BSH. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan penerapan metode bernyanyi dari skor 292 pada observasi pertama menjadi 413 pada observasi kelima, sementara kemampuan mengingat meningkat dari 332 menjadi 424. Dengan demikian, metode bernyanyi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan mengingat anak dan dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang menyenangkan serta sesuai dengan karakteristik anak usia dini.