Angga Saputra
Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan, Politeknik Negeri Bengkalis

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (Studi Kasus: PT. Delta Palm Prima Kota Dumai Provinsi Riau) Angga Saputra; Muhammad Idham
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42184

Abstract

Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit PT Delta Palm Prima di Kota Dumai diperkirakan meningkatkan pergerakan kendaraan dan memengaruhi kondisi lalu lintas pada jaringan jalan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lalu lintas eksisting, menghitung bangkitan dan tarikan perjalanan yang dihasilkan rencana operasional, serta mengevaluasi kinerja lalu lintas yang diproyeksikan sebelum dan setelah pembangunan. Data primer meliputi volume lalu lintas, geometrik jalan, hambatan samping, dan data rencana pembangunan, sedangkan data sekunder meliputi data pertumbuhan kendaraan dan data pendukung kependudukan. Kinerja ruas dianalisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Bangkitan dan tarikan dihitung berdasarkan Gross Floor Area (GFA) fungsi kantor dan industri menggunakan pendekatan trip rate yang digunakan dalam penelitian. Kondisi eksisting Jalan Soekarno-Hatta memiliki volume jam puncak 653–831 smp/jam, derajat kejenuhan 0,26–0,34, dan tingkat pelayanan B. Jalan Simpang Panam memiliki DJ 0,12 dengan LOS A, sedangkan Jalan Baru memiliki DJ 0,04 dengan LOS A. Rencana pembangunan menghasilkan bangkitan 29 smp/jam dan tarikan 78 smp/jam, sehingga tambahan pergerakan sebesar 107 smp/jam. Pada proyeksi 5 tahun, DJ tertinggi Jalan Soekarno-Hatta setelah pembangunan mencapai 0,62. Pada proyeksi 10 tahun, nilainya mencapai 0,77 dengan LOS D pada pengamatan dengan volume tertinggi. Walaupun pembangunan meningkatkan volume dan derajat kejenuhan, seluruh ruas yang ditinjau masih memiliki DJ di bawah 0,85. Penanganan yang direkomendasikan meliputi pengaturan sirkulasi kendaraan, pengendalian akses, pemasangan rambu dan warning light, serta pemantauan kinerja secara berkala.