Juniashri Auna Ratri
Departement of Pharmacochemical, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Synthesis and Characterization of Catechin Derivative Via Etherification Using Dimethyl Sulfate (DMS) Santika Puja Annisa; Juniashri Auna Ratri; Nida Nirvana; Hana Nur Asilah; Sri Gustini Husein; Achmad Zainuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42229

Abstract

Katekin (C15H14O6, 290 g/mol) merupakan senyawa dengan dua cincin aromatik dan lima gugus hidroksil yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri, namun aktivitas antioksidannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan antibakteri katekin melalui derivatisasi, yaitu dengan mengubah gugus hidroksil (-OH) menjadi gugus metoksi (-OCH3) menggunakan pereaksi Dimetil Sulfat (DMS). Struktur produk derivatisasi dijelaskan dan diuji aktivitas antioksidan dan antibakterinya. Hasil penelitian menunjukkan modifikasi katekin berhasil dibuktikan dengan pergeseran panjang gelombang menjadi 278 nm pada spektrum UV-Visible dan munculnya puncak baru pada bilangan gelombang 2845,79 cm-1 pada spektrum FTIR yang menunjukkan adanya gugus metoksi. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai IC50 produk derivatisasi sebesar 29 μg/mL, lebih baik dibandingkan isolat katekin awal yang memiliki IC50 sebesar 76 μg/mL. Aktivitas antibakteri juga menunjukkan peningkatan, dimana pada konsentrasi 100 ppm, isolat katekin menghasilkan daerah hambat sebesar 19,38 dan 19,63 mm (kategori sedang), sedangkan produk derivatisasi menghasilkan daerah hambat sebesar 21,56 dan 21 mm (kategori kuat). Kesimpulannya, turunan katekin termodifikasi berhasil disintesis dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri yang lebih baik dibandingkan senyawa aslinya.