Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen self-compassion bagi siswa sekolah menengah serta menguji validitas isinya menggunakan Aiken’s V. Pengukuran self-compassion pada remaja memerlukan instrumen yang sesuai secara teoretis dan mempertimbangkan karakteristik serta konteks siswa di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan instrumen dalam penelitian ini didasarkan pada kerangka teoretis self-compassion yang dikemukakan oleh Neff (2023), yang mencakup enam dimensi yang saling berkaitan, yaitu self-kindness, self-judgment, common humanity, isolation, mindfulness, dan over-identification. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan instrumen yang meliputi tahap pendefinisian konstruk, perumusan indikator, pengembangan butir, dan pengujian validitas isi melalui penilaian ahli. Instrumen awal terdiri atas 51 butir yang dinilai oleh tiga ahli menggunakan skala relevansi lima tingkat. Data dianalisis menggunakan indeks Aiken’s V untuk menentukan tingkat relevansi setiap butir terhadap konstruk yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Aiken’s V berkisar antara 0,75 hingga 1,00. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebanyak 40 butir (78,43%) memenuhi kriteria validitas isi, sedangkan 11 butir (21,57%) memerlukan revisi. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki bukti awal validitas isi berdasarkan penilaian ahli. Pengujian lebih lanjut, khususnya validitas konstruk dan reliabilitas, masih diperlukan untuk memastikan kualitas psikometrik instrumen sebelum digunakan secara lebih luas dalam penelitian dan praktik.