Pendidikan karakter merupakan proses mendasar yang memungkinkan generasi muda membangun nilai dan memaknai pengalaman hidup melalui ruang belajar yang melampaui pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan mengkaji program IYEN National Leaders Chapter Yogyakarta sebagai ruang pembelajaran karakter dan kepemimpinan nonformal. Program ini dilaksanakan dalam bentuk youth excursion selama empat hari yang melibatkan delegasi dari berbagai wilayah Indonesia melalui kegiatan kunjungan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), wisata edukatif budaya, forum kepemimpinan, serta presentasi proyek Sustainable Development Goals (SDGs) menggunakan Business Model Canvas (BMC). Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif-reflektif dengan melibatkan seluruh 11 delegasi IYEN National Leaders Batch 1 Chapter Yogyakarta melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang dikembangkan peneliti berupa skala refleksi Likert 1–5, pertanyaan reflektif terbuka, dan lembar validasi member checking, serta didukung dokumentasi kegiatan dan catatan lapangan. Data skala Likert dianalisis secara deskriptif, sedangkan respons terbuka dianalisis secara tematik melalui tahapan deskripsi, refleksi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan munculnya tema karakter berupa etos kerja, kesabaran dan kepekaan budaya, tanggung jawab sosial dan lingkungan, adaptabilitas, serta kepemimpinan kolaboratif. Peserta juga menunjukkan indikasi awal kemampuan berpikir sistematis melalui latihan BMC. Temuan ini mengindikasikan bahwa model youth excursion berpotensi menjadi ruang pembelajaran karakter dan kepemimpinan nonformal berdasarkan persepsi diri jangka pendek peserta. Namun, temuan bersifat kontekstual dan tidak dapat digeneralisasi karena keterbatasan jumlah subjek, satu batch program, serta posisi ganda peneliti sebagai peserta dan peneliti. Penelitian lanjutan dengan desain pembanding atau pengukuran berulang direkomendasikan.