Siti Syahyidatul Ulfa
Universitas Iqra Buru Maluku

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Difabel Berbasis Pondok Pesantren Melalui Program Sekolah Rakyat di Pulau Buru: Implementasi Program Sekolah Rakyat Siti Syahyidatul Ulfa; Salim Salim; Siti Hajar Loilatu
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/58e6ps06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan permasalahan pendidikan bagi penyandang difabel di Pulau Buru, khususnya terkait akses pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi tenaga pendidik, serta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman. Selain itu, penelitian ini mengkaji peran pondok pesantren dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi siswa difabel melalui Program Sekolah Rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan bagi difabel di Pulau Buru masih menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dalam pendidikan agama Islam dan pendidikan kebutuhan khusus, belum memadainya sarana, prasarana, dan media pembelajaran yang ramah difabel, penerapan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya adaptif, serta kondisi geografis wilayah kepulauan yang memengaruhi aksesibilitas pendidikan. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, pondok pesantren memiliki potensi strategis sebagai pusat pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, pembentukan karakter, dan pemberdayaan masyarakat. Integrasi Program Sekolah Rakyat dengan sistem pendidikan pondok pesantren melalui pendekatan humanis, partisipatif, dan berbasis komunitas berpotensi memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan, kepercayaan diri, kemandirian, keterampilan hidup, dan kemampuan sosial siswa difabel. Model tersebut juga berpotensi memperkuat kolaborasi antara pesantren, masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pendidikan inklusif di wilayah kepulauan. Penelitian ini terbatas pada konteks Pulau Buru sehingga penelitian selanjutnya perlu mengkaji penerapan model serupa pada wilayah dan karakteristik sosial yang berbeda.