Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik dan tantangan yang dihadapi guru dalam melakukan identifikasi dan asesmen awal terhadap peserta didik berkebutuhan khusus, melakukan adaptasi kurikulum dan menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI), serta menganalisis strategi penguatan kompetensi pedagogik guru inklusif di SDN 005 Muara Bengkal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan dilaksanakan pada Maret hingga Mei 2026. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang memiliki pengalaman langsung dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik, perpanjangan pengamatan, serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan identifikasi dan asesmen diagnostik awal terutama melalui observasi di kelas dan komunikasi dengan orang tua; namun, penggunaan instrumen asesmen terstandar belum dilakukan secara sistematis. Adaptasi kurikulum dan penyusunan PPI juga belum terlaksana secara optimal karena keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif serta belum tersedianya Guru Pembimbing Khusus (GPK). Strategi penguatan kompetensi pedagogik guru dilakukan melalui supervisi kepala sekolah, kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), pelatihan dan seminar, pembelajaran mandiri, serta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Meskipun demikian, upaya pengembangan kompetensi tersebut masih memerlukan orientasi yang lebih spesifik pada pendidikan inklusif. Temuan penelitian menegaskan perlunya pengembangan profesional yang sistematis dan berorientasi pada pendidikan inklusif untuk memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pembelajaran yang adaptif dan individual bagi peserta didik berkebutuhan khusus.