Rohadi Wisnu Purnomo
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Literasi dan Self-Efficacy Siswa Berisiko Slow Learner dengan Menggunakan Media Game Edukasi Pada Materi Pendidikan Jasmani Rohadi Wisnu Purnomo; Sigit Nugroho
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.757

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta self-efficacy siswa berisiko slow learner di SDN 002 Long Mesangat. Siswa mengalami kesulitan memahami instruksi gerak, aturan permainan, dan menunjukkan kepercayaan diri yang rendah dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media game edukasi, peningkatan kemampuan literasi PJOK dan self-efficacy, serta besarnya peningkatan yang dicapai setelah tindakan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah dua siswa berisiko slow learner kelas IV tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media game edukasi meningkatkan kemampuan literasi PJOK dalam memahami instruksi, aturan permainan, dan konsep dasar pembelajaran. Selain itu, self-efficacy siswa juga meningkat, ditunjukkan oleh keberanian mencoba gerakan, kepercayaan diri, ketekunan menyelesaikan tugas, dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Dengan demikian, media game edukasi efektif mendukung pembelajaran PJOK bagi siswa berisiko slow learner di sekolah dasar inklusif.