Nur Wahyu Ningsih
UIN Alauddin Makasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Inklusif Nurcholish Madjid sebagai Basis Literasi Digital Beragama Fredi Setiawan; Nur Wahyu Ningsih; Rahmat Demta Alfarabi; Tania Insyuri
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/cecjsq31

Abstract

Pesatnya perkembangan media digital telah mengubah wacana keagamaan di Indonesia menjadi arena terbuka tempat doktrin, tafsir, dan identitas iman dipertukarkan, yang turut memicu peningkatan intoleransi dan polarisasi akibat mekanisme algoritmik; sebagian besar kajian literasi digital keagamaan selama ini hanya menjawab persoalan tersebut pada level teknis, tanpa menawarkan fondasi teologis mengapa keterbukaan terhadap perbedaan penting secara keagamaan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi inklusif Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang berpusat pada tauhid, sekularisasi, dan pluralism sebagai basis konseptual literasi digital beragama, sekaligus mengkaji bagaimana kerangka ini menjelaskan dan menjawab polarisasi keagamaan di ruang digital. Menggunakan desain penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menerapkan analisis isi kualitatif dan hermeneutika filosofis atas karya-karya primer Cak Nur, ditriangulasi dengan data sekunder dari laporan survei Setara Institute dan Wahid Institute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid, sekularisasi, dan pluralisme membentuk satu arsitektur teologis yang koheren, dan bahwa polarisasi digital lebih tepat dipahami sebagai defisit teologis tercermin dari ketundukan buta pada otoritas digital, resakralisasi pandangan kelompok melalui algoritma, serta kegagalan mengakui keragaman sebagai kehendak Ilahi ketimbang sekadar persoalan teknis. Arsitektur ini direkonstruksi menjadi tiga prinsip operasional: keterbukaan epistemik, relativisasi produk tafsir, dan perjumpaan produktif dengan perbedaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi inklusif menawarkan fondasi yang sahih secara teologis bagi literasi digital beragama, dengan implikasi praktis bagi kurikulum pendidikan agama, kebijakan Kementerian Agama, dan praktik dakwah digital di Indonesia.