Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam mendukung kompetensi guru pada layanan pendidikan inklusif bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika di SDN 008 Sangatta Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dan dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, member checking, dan refleksivitas. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah mendukung kompetensi guru melalui supervisi dan bimbingan teknis, pengembangan profesional berkelanjutan, pemberian motivasi, penyediaan sarana pembelajaran, dan penerapan kebijakan inklusif. Dukungan tersebut membantu guru meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan waktu, kurangnya guru yang memiliki kompetensi khusus dalam pendidikan inklusif, dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran adaptif. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala sekolah, program pengembangan kompetensi guru, dan kebijakan sekolah yang mengakomodasi kebutuhan siswa. Faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, belum memadainya sarana dan prasarana, belum tersedianya Guru Pendamping Khusus, terbatasnya waktu pendampingan, serta rendahnya intensitas pelatihan pendidikan inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu layanan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, penyediaan tenaga pendamping khusus, dan pengembangan media pembelajaran adaptif.