ABSTRAK Transplantasi ginjal merupakan prosedur medis yang penting untuk menggantikan ginjal yang mengalami kerusakan atau gagal fungsi dengan ginjal yang sehat dari donor. Transplantasi ginjal memberikan harapan hidup yang lebih baik dan kualitas hidup yang meningkat dibandingkan metode lain seperti cuci darah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil demografis dan karakteristik pasien yang menjalani transplantasi ginjal di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2024, dengan mempertimbangkan aspek medikolegal yang terkait. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional retrospektif dengan data yang diperoleh dari dokumentasi medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (25 dari 33 responden) dengan rentang usia dominan 30-40 tahun. Tingkat pendidikan yang paling umum adalah lulusan sarjana (S1), dan pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta dan karyawan swasta. Hubungan sosial yang paling sering tercatat adalah hubungan dengan atasan kerja. Sebagian besar pasien didiagnosis dengan Chronic Kidney Disease (CKD), dan hanya sebagian kecil yang mengalami kanker ginjal. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan klinis dan kebijakan terkait transplantasi ginjal. Regulasi dan aturan hukum tentang transplantasi ginjal di Indonesia baik dari Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2021, Permenkes Nomor 38 tahun 2016, serta Permenkes Nomor 37 tahun 2014. Peran dokter spesialis forensik dan medikolegal dalam pelaksanaan transplantasi ginjal di fasilitas kesehatan menurut Permenkes Nomor 38 Tahun 2022. ABSTRACT Kidney transplantation is an essential medical procedure to replace a damaged or non-functioning kidney with a healthy one from a donor. It offers better life expectancy and improved quality of life compared to other treatments such as dialysis. This study aims to describe the demographic profile and characteristics of patients undergoing kidney transplantation at RSUP Dr. Sardjito in 2024, taking into account the associated medico-legal aspects. The method used was a retrospective observational descriptive design, with data obtained from patient medical records. The results show that the majority of patients were male (25 out of 33 respondents), with the dominant age range being 30–40 years. The most common level of education was bachelor’s degree (S1), and the most frequent occupations were self-employed individuals and private employees. The most frequently recorded social relationship was with work supervisors. Most patients were diagnosed with chronic kidney disease (CKD), while only a small number had kidney cancer. This study provides a comprehensive overview that can serve as a basis for clinical decision-making and policy development regarding kidney transplantation. Legal regulations on kidney transplantation in Indonesia are governed by Law Number 17 of 2023, Government Regulation Number 53 of 2021, Ministry of Health Regulation (Permenkes) Number 38 of 2016, and Ministry of Health Regulation (Permenkes) Number 37 of 2014. According to Ministry of Health Regulation (Permenkes) Number 38 of 2022, forensic and medico-legal specialist doctors play a role in the implementation of kidney transplantation in healthcare facilities.