ABSTRAK Stres akademik merupakan kondisi yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya beban belajar, tuntutan akademik, dan frekuensi evaluasi yang padat. Selain itu, kemampuan dalam mengelola stres melalui strategi coping diduga turut memengaruhi capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres akademik dan manajemen stres terhadap capaian nilai ujian final blok pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan dua kali pengukuran, yaitu sebelum dan sesudah ujian final blok. Sampel penelitian berjumlah 152 mahasiswa preklinik yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Pengukuran stres akademik diukur menggunakan kuesioner Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ), sedangkan manajemen stres diukur menggunakan Brief COPE. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh domain stres akademik dan manajemen stres tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik terhadap capaian nilai ujian final blok (p > 0,05). Mayoritas mahasiswa memiliki capaian nilai ujian final blok dalam kategori rendah (48,7%) dan cenderung menggunakan strategi dysfunctional coping (82,9%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademik dan manajemen stres dengan capaiab nilai ujian final blok pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu. Temuan ini mengindikasikan bahwa capaian akademik mahasiswa kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar stres akademik dan manajemen stres. ABSTRACT Academic stress is a common condition experienced by medical students due to the heavy academic workload, demanding learning requirements, and frequent evaluations. In addition, students' ability to manage stress through coping strategies is believed to influence their academic performance. This study aimed to determine the relationship between academic stress and stressmanagement and final block examination scores among preclinical students at the Faculty of Medicine, Alkhairaat University, Palu. This study employed a quantitative analytical observational approach using a cross-sectional design with two measurements conducted before and after the final block examination. The study included 152 preclinical medical students who met the inclusion criteria. Academic stress was assessed using the Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ), while stress management was evaluated using the Brief COPE questionnaire. Data were analyzed using the Spearman correlation test. The findings indicated that none of the domains of academic stress or stress management showed a statistically significant relationship with final block examination scores (p > 0.05). Nearly half of the participants (48.7%) achieved low final block examination scores, and the majority of students (82.9%) tended to adopt dysfunctional coping strategies. This study found no significant relationship between academic stress, stress management, and final block examination scores among preclinical students at the Faculty of Medicine, Alkhairaat University, Palu. These findings suggest that students' academic performance may be influenced by various factors other than academic stress and stress management.