Perusahaan kecil yang tidak memperhatikan kualitas produk akan mengalami masalah pemasaran misalnya penurunan penjualan produk. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian mutu untuk setiap produk. Kripik pisang misalnya dalam pembuatannya dirasa sangat sulit dan sering mengalami kecacatan produk. Penyebab kegagalan produk merupakan suatu kelemahan dari sebuah bisnis saat ini. Kegagalan tersebut belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. Produksi keripik pisang berdasarkan data dari bulan Agustus hingga September 2020 menunjukkan jumlah produk cacat berjumlah kurang lebih 28,875 kg dari total produksi yakni 323kg. Oleh sebab itu penelitian ini ditujukan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi cacat produksi pada keripik pisang. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk dapat mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kecacatan pada keripik pisang dan nantinya dapat meningkatkan keuntungan dan produktivitas kerja. Metode Six Sigma adalah salah satu alat yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas produk, dimana konsep dari metode ini adalah menetapkan standar kualitas hingga 3,4 reject per sejuta kemungkinan. Berdasarkan hasil data cacat keripik pisang didapat bahwa Jenis cacat melempem dengan persentase 61% dan jenis cacat gosong dengan persentase 39%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kedua cacat tersebut diantaranya adalah faktor manusia, material, mesin. Saran dari penelitian ini adalah dari ketiga faktor yang paling mempengaruhi adalah manusia, material dan mesin. Perusahaan perlu merencanakan perbaikan secara bertahap agar kedepannya produk tersebut dapat mencapai lean production.